• Sempu Ku Sayang, Sempu Ku Malang



    Kawasan Cagar Alam Pulau Sempu ditetapkan berdasarkan SK. GB No. 46 Stbl. 1928 No. 69 tahun 1928 dengan luas 877 Ha. Penetapan kawasan tersebut sebagai Cagar Alam karena keadaan alamnya yang khas, juga diperuntukan bagi kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan. Letak kawasan Cagar Alam Pulau Sempu di perairan Samudera Indonesia yang secara administratif pemerintahan termasuk ke dalam desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing wetan, Kabupaten Malang.




    Type Ekosistem

    Cagar Alam Pulau Sempu memiliki 4 (empat) type ekosistem dimana masing-masing memiliki ciri yang berbeda satu sama lain, tetapi secara keseluruhan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

    • Ekosistem hutan Mangrove
    Stuktur hutan mangrove ini sangat sederhana karena terdiri dari satu lapisan tajuk pohon dengan jenis-jenis yang relatif sedikit. Jenis-jenis tumbuhan yang umum di jumpai adalah Bakau (Rhizobhara sp), dan Api-api (Avicenia sp).

    Sedangkan jenis-jenis satwa yang umum di jumpai pada daerah perairan hutan mangrove adalah ikan Glodok, Kepiting dan Udang.

    • Ekosistem Hutan Pantai
    Areal hutan pantai Cagar Alam Pulau Sempu di bagian Utara, Barat dan Selatan Terutama pada pantai dengan pesisir yang landai.

    Jenis-jenis tumbuhan terdiri dari ketapang (Terminalia catapa), Baringtonia asitica, Waru laut (Hibicus tidiacus) dan pandan (Pandanum tectorius).

    Adapun jenis-jenis satwa liar yang sering di jumpai pada kawasan pantai ini antara lain : burung Elang Laut (Helicetus leucogaster), burung Dara Laut (Sterna albiforn), Biawak (Varanus sp), Umang Laut dan lain-lain.

    • Ekosistem Danau
    Daratan Cagar Alam Pulau Sempu memiliki dua buah danau yaitu Danau Telaga Lele dengan areal seluas ± 2 Ha, yang merupakan danau air tawar. Danau Segoro anakan dengan areal seluas ± 4 Ha yang merupakan danau asin.

    Danau Air Tawar Telaga Lele terletak dibagian timur kawasan Cagar Alam, sedangkan Segoro Anakan berada dibagian Barat Daya. Masing-masing memiliki peranan yang pemting sebagai sumber air bagi kehidupan satwa liar, terutama pada musim kemarau.

    • Ekosistem Hutan Tropis Dataran Rendah
    Type ekosistem ini menempati areal yang terluas dan tersebar hampir di seluruh kawasan, sehingga menjadi ciri utama dari kawasan Cagar Alam Pulau Sempu.
    Struktur hutan tropis ini di tandai dengan adanya tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari tiga atau empat lapis tajuk pohon dengan komposisi yang beragam.
    Beberapa jenis pohon yang dominan yaitu Bendo (Artocarpus elasticus), Triwulan (Mishocarpatus sundaica), Wedang (Pterocarpus javanicus) dan Buchanania arborescens.

    Flora

    Kawasan Cagar Alam Pulau Sempu memiliki ± 223 jenis tumbuhan yang tergolong dalam 144 marga dan 60 suku. Dari 60 suku tersebut, telah diketahui lima suku yang memiliki jumlah individu, jenis dan marga yang relatif cukup banyak.

    Kelima suku tersebut adalah :
    • Moraceae
    • Euphorbiaeceae
    • Anacardiaceae
    • Annonaceae
    • Sterculiaceae

    Panorama

    Panorama alam yang indah dapat di jumpai di kawasan Cagar Alam bagian Utara yang berupa " Pantai Pasir Putih " dimana hamparan yang berwarna putih dengan air laut yang jernih, memberikan kesan tersendiri bagi setiap orang yang datang untuk menikmatinya.

    Fauna

    Satwa liar yang hidup di dalam kawasan Cagar Alam Pulau Sempu sekitar ± 51 jenis yang terdiri dari 36 jenis Aves, 12 jenis mamalia dan 3 jenis reptil.
    Yang paling sering di jumpai diantaranya Babi hutan (Sus scopa), Kera hitam (Presbytis cristata), Belibis (Dendrosyqna sp) dan burung Rangkong (Buceros undulatus).

    Keunikan/Kekhasan

    Pada kawasan ini terdapat " Goa Air Tawar " yang terletak ± 25 meter dari pantai pada ketinggian 25 meter di atas permukaan air laut. Panjang (kedalaman) goa sekitar 20 meter dan bagian dalam lebarnya 3 - 5 meter serta berlantai kering. Goa ini bagi masyarakat setempat yang masih percaya akan kegaiban Alas Sempuh, merupakan tempat untuk bertapa (semedi).  (*) Sumber : http://www.dephut.go.id

    Tapi kini sempu berduka, seiring tereksposenya keindahan alam di pulau sempu ke publik entah melalui jejaring sosial atau internet. yang pasti seolah tertampik bahwa pulau sempu adalah cagar alam bukan lokasi wisata. para wisatawan seolah menjadikan sempu tempat piknik, ajang kumpul kumpul serta pesta alam. sungguh miris melihatnya, kealamian sempu terenggut oleh ulah manusia yang tak bertanggung jawab.





    Mungkin banyak juga yang belum tau kalau pulau sempu merupakan cagar alam, karena itu petugas yang bertugas menjaga cagar alam pulau sempu harusnya juga bisa lebih tegas jika memang pulau sempu hanya untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Tanpa menyalahkan pihak mana pun baiknya kita bisa memahami bagaimana seharusnya menjadi penggiat alam yang baik dan benar. lebih menghargai alam sekitar. dan tentunya dapat menentukan lokasi alam mana yang boleh atau tidak untuk melakukan kegiatan alam bagi penggiat alam.

    Saatnya kita mulai dari sekarang dan dari diri kita sendiri untuk menjadi penggiat alam yang baik dan benar, seperti yang sudah pernah saya tulis dalam Kode Etik Petualang, ada 3 yang menjadi point penting untuk penggiat alam. yaitu  :
    1. Take nothing but picture (jangan mengambil apapun kecuali gambar).
    2. Leave nothing but foot print (jangan meninggalkan apapun kecuali tapak kaki atau jejak).
    3. Kill nothing but time (jangan membunuh apapun kecuali waktu).
    Sepatutnya kita menghargai alam ini jika tidak ingin alam ini murka dan akan timbul bencana. semoga dengan ini kita bisa menjadi manusia yang lebih menghargai alam,
    Salam Lestari :)

    10 komentar:

    1. Kasihan itu Sempu. Menurut saya sebaiknya pemerintah segera bertindak. Kalau memang hendak dijadikan tempat wisata, ya monggo. Tapi buat peraturan yg jelas dan tegas, biar Sempu ga makin rusak. Kalau mau dipertahankan jadi cagar alam, jangan keluarkan izin berkunjung ke sana kalau hanya sekedar pelesir.

      BalasHapus
    2. dibutuhkan kesadaran bersama dari semua pihak agar alam ini bisa tetap alami dan lestari

      BalasHapus
    3. sedikit saran ya.. hehehehe...
      kalau kode etik itu bunyinya :

      “PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA ALAM BESERTA ISINYA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA“ dkk..
      sedang yang mas agus tulis itu Motto petualan atau pecinta alam.. kata kill disitu kalau yang pernah saya dapat.. artinya memburu bukan membunuh..
      jadi jangan memburu sesuatu kecuali waktu..
      saran aja masagus.. maaf bukan bermaksud menggurui.. heheheee.. saya juga nyubie..

      BalasHapus
    4. terima kasih buat masukannya gan, saya cuma copas jadi saya pun juga gk berani merubah dari sumber yg saya copas gan, dan di bagian akhir juga sudah saya sertakan link asal dari tulisan yg saya copas tsb.
      sekali lagi terima kasih buat masukannya.

      BalasHapus
    5. Sayang bgt yaa cagar alam sekarang jadi begitu.. ini akibat salah paham juga sih yg masih menganggap sempu itu tempat wisata

      BalasHapus
    6. yaw, perlu ketegasan petugas juga, memang kenyataanya banyak orang yang tak tau kalau pulau sempu adalah cagar alam.
      kabar kabar nya malah lebih parah lagi pulau sempu di ajukan sebagai tempt wisata.

      BalasHapus
    7. peraturan dan petugas tidak berimbang dengan banyak nya para pendatang yang ingin menikmati suasana alamnya,tapi yang jadi masalah kalo yang dateng bukan pecinta alam sejati.. mereka malah nyampah dan bikin rusak tanpa menjaga keadaan alam disitu,... do'a saya semoga alam bertahan karena kerusakan masih susah dicegah karena banyaknya pihak yang kurang bertanggung jawab. lam kenal bung momod :)

      BalasHapus
    8. oleh karena itu semua pihak harus tau posisinya, dan klo tidak diri sendiri yang memulai siapa lagi.
      salam kenal gan.

      BalasHapus
    9. akhir tahun lalu saya berkunjung ke Sempu. Awalnya sama sekali tidak tahu kalo sempu itu kawasan cagar alam bukan obyek wisata. Setelah minta ijin ke petugas di sana, kami di perbolehkan, bahkan disarankan utk camping disana dan disediakan penyewaan perlengkapan camping, tapi karena tak ada niat ataupun persiapan apapun, kami hanya berkunjung saja, sekedar tahu. Sekarang saya baru tahu kalo Sempu jadi rusak karena sampah yg ditinggalkan pengunjung... :'(

      BalasHapus