• Alen Jelen Ka Madura (Keraton Sumenep)


    perjalan berlanjut menuju keraton sumenep setelah dari pantai jumiang pamekasan. dari pantai jumiang masih sekitar jam 7 pag tapi kami sempat ke bengkel dan tambal ban karena ada dari motor teman kami yang mengalami masalah. dan tentunya juga mencari sarapan sehingga sampailah kami di keraton sumenep sekitar jam 11 siang. cukup terik sengatan matahari waktu itu.


    Sekilas Tetang Keraton sumenep

    Keraton di Jawa Timur ini biasa disebut “Potre Koneng (Putri Kuning)”. Keraton Sumenep sebenarnya hanya kediaman adipati yang penataannya cukup sederhana jika dibandingkan keraton besar seperti Jogjakarta dan Surakarta. Namun keraton ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asing maupun wisatawa lokal, dibuktikan dengan banyaknya pengunjung baik pada hari libur maupun hari kerja.

    Keraton Sumenep merupakan peninggalan pusaka Sumenep yang dibangun oleh Panembahan Sumolo Asirudin atau Tumenggung Arya Nata Kusuma pada tahun 1781 M dengan arsitektur dari seorang warga keturunan Tionghoa yang bernama Liaw Piau Ngo. Keraton ini terletak di pusat kota tepatnya dekat alun-alun Kabupaten Sumenep sehingga transportasinya pun cukup mudah. Singgah di Keraton Sumenep anda dapat menikmati wisata sejarah, budaya dan arsitektur.

    Wisatawan dapat melihat langsung bangunan keraton yang merupakan hasil akulturasi budaya Jawa, Eropa dan Cina. Keraton dengan nuansa Jawa dengan pilar-pilar dan ornamen ala Eropa serta atap yang menyerupai kelenteng Cina. Selain itu wisatawan juga dapat mengggali lebih dalam tentang sejarah Keraton Sumenep yang dipandu oleh pengelola keraton yang sekaligus bertindak sebagai guide. Wisatawan yang datang akan disambut oleh gapura yang biasa disebut “labang mesem“. Kata labang berarti pintu dan mesem berarti senyum. Masyarakat mengartikannya sebagai lambang keramahan masyarakat keraton terhadap tamu yang datang.

    Keraton sumenep pada dasarnya seperti keraton-keraton lain di pulau Jawa, dimana terdapat pendopo yang cukup untuk menerima tamu, ruang istirahat untuk raja dan tempat pemandian untuk permaisuri dan putri-putri raja.

    Selain keraton sumenep, wisatawan biasanya mengunjungi museum yang terletak di sebelah kanan keraton. Di dalam museum ini menyimpan benda-benda cagar budaya peninggalan keluarga keraton Sumenep. Wisata ini cocok untuk keluarga anda khusunya anak-anak untuk menambah wawasan mereka tentang sejarah dan budaya Indonesia. Tidak terlewatkan juga Masjid Jamik yang terletak di depan keraton untuk anda yang ingin wisata religi sekaligus menunaikan ibadah.










    setelah dari keraton sumenep kami pun menuju pantai lombang, bagaimana cerita tetang pantai lombang, tunggu di postingan berikutnya . . . . 

    0 komentar:

    Posting Komentar