• Alen Jelen Ka Madureh (Api Tak Kunjung Padam)


    Jum'at 28 Juni bersama - sama teman BackPackTor kita mulai untuk berpetualang di pulau garam (madura), tepatnya sekitar pukul 21.30 WIB kami start dari titik kumpul di depan pintul tol suramadu. dan kali ini personil yang iku juga cukup banyak sekitar 17 motor dengan 32 orang. perjalan langsung kami mulai untuk menuju kabupaten pamekasan dengan tujuan pertama Api Tak Kunjung Padam (api Abadi). kami sampai tengah malam di sini dan tidak ada siapaun kecuali rombongan dari kami (BackPackTor). dan kamipun meyaksikan fenomena alam dan kebesaran sang pencipta yang luar biasa. " Segalah Puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam ",



    Api Tak Kunjung Padam (Api Abadi) terletak di desa Larangan Tokol, kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan yang berjarak 4 km kearah selatan dari kota pamekasan. Ada sedikit kisah (legenda) dari fenomena Api Tak Kunjung Padam ini. menurut cerita rakyat disana, kenapa daerah tersebut dapat memancarkan nyala api yang tak pernah mati adalah berawal dari seorang pemuda bernama Hadagi yang belajar islam. dan kemudian ia menyebarkan ajaran islam didesa larangan tokol tersebut. karena kepandaiannya ia memperoleh julukan “Ki Moko” dari warga sekitar. suatu ketika Ki Moko ingin mempersunting seorang putri Palembang dengan mas kawin berupa mata ikan yang ia dapatkan di sungai timur. ikan itu sejenis lele yang kata orang Madura disebut dengan juko’ ketteng (Bahasa madura). kemudian mata ikan itu dibawa untuk dipersembahkan kepada putri palembang sebagai mas kawinnya. peristiwa ajaib pun terjadi, mata ikan itu berubah menjadi mutiara.

    Pesta pernikahan pun dilangsungkan tepat di bawah pohon Palembang, karena keadaan yang gelap, maka Ki Moko menancapkan tongkatnya ke tanah. Peristiwa ajaib kembali terjadi. seketika muncullah api dari bekas tancapan tongkat tadi. dan titik api itulah hingga kini masih terus menyala dan dinamakan dengan api tak kunjung padam.

    ternyata tanah dikawasan itu mengandung belerang yang kemudian bergesekan dengan O2, maka terjadilah fenomena api menyala itu. Sebenarnya ada dua tempat dimana api abadi itu menyala dan masih dalam satu kawasan. yang pertama berada ditempat yang biasa dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun asing dan disebut dengan Apoy Lake (Api laki-laki). Satunya berada tepat didekat pintu masuk (di tengah sawah) yang biasa disebut dengan Apoy Bine’ (Api wanita). selain itu kawasan itu juga terdapat sumber air yang mengandung belerang, konon katanya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. tapi sekarang sumber air itu sudah tidak ada lagi karena pipanya macet.

    betitulah legenda yang menjadi cerita rakyat disana, setelah kami beristirahat sambil menyaksikan fenomena api tak kunjung padam, dan waktu sudah menujukan sekitar jam 03.00 WIB, akhirnya kami meninggalkan lokasi dan bergegas menuju pantai Jumiang yang masih berada di kabupaten Pamekasan. kami bergegas untuk menyaksikan atau menyambut mentari pagi (sunrise).







     bagiaman kelanjutan perjalanan kami, tunggu di postingan berikutnya ya kawan....

    0 komentar:

    Posting Komentar